“Bela negara bagi suatu bangsa adalah wajib hukumnya tak terkecuali dari satuan terkecil yaitu dunia pendidikan. Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menyebukan setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Kampus Bela Negara adalah salah satu wujud implementasi pasal tersebut, dalam bentuk sistem pertahanan negara untuk menghadapai ancaman non militer.” Demikian disampaikan Direktur Polimarin Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si. dalam acara deklarasi Politeknik Maritim Negeri Indonesia sebagai Kampus Maritim Bela Negara pada hari Rabu, 4 April 2018.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang Heverarita Gunaryanti Rahayu, perwakilan Komandan Pangkalan TNI AL Semarang, Kementerian Pertahanan dan perwakilan Kemenristekdikti.

Dalam kesempatan lain, Ketua Panitia kegiatan ini, Untung Budiarso menyampaikan bahwa pertahanan negara tidak hanya kewajiban TNI semata, kampuspun memiliki tanggung jawab yang sama.