Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si. mengatakan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya akan terus berkreasi dan melakukan inovasi lewat kerjasama dengan berbagai pihak.

Kerjasama yang segera dilakukan adalah dengan pemerintah Inggris dan lintas Kementerian, yaitu antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Ini merupakan langkah nyata untuk mendukung komitmen pemerintahan Presiden Jokowi mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Sri Tutie, saat menerima Kepala Bagian Politik Kedubes Inggris,Theresa O’Mahony di Kampus Polimarin, Rabu (11/7).

Sebagai pimpinan, lanjut Sri Tuti, dirinya berharap kerjasama dengan pemerintah Inggris tersebut bisa sebagai jembatan komunikasi bisnis maritim.

“Sehingga nantinya terwujud kemitraan industri atau kerjasama dengan kampus maritim Inggris, seperti menciptakan program double degree dan joint degree,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Sri Tutie, kerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan diharapkan bisa mewujudkan cita-cita Polimarin Semarang membuka program studi baru yaitu Prodi Mekatronika.

“Sebab Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan mempunyai alat-alat laboratorium yang bisa mensuport keinginan tersebut,” tandasnya.

Di Polimarin Semarang sendiri 95 persen lulusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN) terserap di lapangan kerja.