Penulis sastra Hendrik TM dan tim sedang mengobrol asyik perihal perjuangan Sang Deklarator Polimarin

Proses perjuangan untuk membentuk sebuah perguruan tinggi tidaklah mudah karena mekanisme prosedural yang tidak singkat untuk membangunnya, Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, sang deklarator polimarin sangat patut dijadikan contoh dalam perjuangan era zaman disruption 4.0.

Proses pembuatan sejarah tentang berdirinya Polimarin dirasa sangat perlu, karena memang dalam berdirinya Polimarin seperti halnya sejarah bandung bondowoso, yaitu dalam waktu 2 (dua) bulan harus bisa memenuhi segala sesuatunya untuk bisa mendirikan perguruan tinggi.

Sang deklarator, sempat merasa pesimis karena multikompleksnya perihal yang harus bisa diwujudkan, seperti halnya harus adanya dosen kemaritiman dan lain-lain.

Sang deklarator harus berdarah-darah yang berarti siang tak lagi terasa panas, dinginnya malam tak lagi mampu menggetarkan sang deklarator, auman singa betina itulah yang pernah ditulis oleh Annisa Noor Rahmatika mahasiswa Universitas Islam Indonesia pada tahun 2015.

Buku yang hadir ini masih dalam progres pembuatan, semoga buku ini bisa menjadi kekayaan terbesar dari lembaga Polimarin dan menjadi kebanggaan bersama, karena sang deklarator Dr. Sri Tutie Rahayu, adalah putri terbaik bangsa Indonesia. (MDA)