Taruna Taruni Polimarin mengikuti petunjuk dan arahan pada saat apel pagi

Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) yang telah mendeklarasikan sebagai salah satu Kampus Bela Negara di Indonesia, melepas Taruni Taruni Polimarin untuk  ikut berpartisipasi dalam Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara-8), Kegiatan ini dalam rangka mendukung dan berpartisipasi menyukseskan Sail Moyo Tambora 2018 yang dipusatkan di pelabuhan Badas, pulau Sumbawa, NTB.

Taruna Taruni Polimarin bergabung dengan Ratusan Pramuka Saka Bahari dari seluruh provinsi di Indonesia berlayar di atas kapal perang TNI AL menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) dan akan berlayar sekitar tiga minggu dengan kapal perang menuju Pulau Lombok, Pulau Sumbawa dan Pulau Medang.

Direktu Polimarin, Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si yang juga didampingi oleh Wakil Direktur 1 Bidang Akademik, mengatakan bahwa Taruna Taruni Polimarin selalu siap untuk mengikuti kegiatan apapun yang positif, baik waktu mendesak sekalipun, Taruna Taruni Polimarin selalu siap siaga, karena memang saya sudah mempersiapakan Taruna Taruni Polimarin untuk selalu siap kapanpun, Taruni Taruni Polimarin selalu menekankan spiritualitas, kejujuran, sikap social, disiplin, berkompetensi dalam pengetahuan dan Kompetensi ketrampilan.

Rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam pada peserta Pelayaran Lingkar Nusantara – 8 dan Bela Negara dari Seskab Kabupaten Lombok Utara

Taruna Taruni Polimarin sudah mendapat kepercayaan yang lebih dari lainnya, berawal dari Pelayaran Kebangsaan Bela Negara (PKBN) Tahun 2017, dengan menggunakan Kapal Perang Banjarmasin 592, Taruna Taruni Polimarin selalu mengambil bagian strategis untuk membantu pelaksanaan kegiatan PKBN 2017 berjalan dengan lancar, baik ikut terlibat dalam navigasi pelayaran, pada mesin KRI Banjarmasin 592 dan membantu menjaga kebersihan juga membantu peserta PKBN yang terganggu kesehatannya karena belum terbiasa berlayar, ini sungguh luar biasa dan jarang sekali mendapatkan kesempatan tersebut, apalagi ini kapal perang yang legendaris, karena KRI Banjarmasin adalah kapal yang digunakan untuk membebaskan sandera perompak Somalia yaitu tragedi kapal Sinar Mas, terang Direktur Polimarin.

Yang masih hangat-hangatnya, Taruna Taruni Polimarin yang sebelumnya juga dipercaya untuk ikut berlayar dari Palembang menuju Jakarta, menggunakan KRI Dewaruci, KRI Dewaruci adalah kapal pelatihan Taruna/Kadet Akademi Angkatan Laut, dan merupakan kapal layar terbesar pada masanya yang dimiliki TNI Angkatan Laut, imbuh Direktur Polimarin.

Satuan Tugas (Satgas) Pelantara-8 berangkat pada 29 Agustus 2018 dari Dermaga Koarmada II Ujung Surabaya, dilepas oleh Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Kadispotmar) TNI AL Brigjen TNI Marinir Bambang Sutrisno, Selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) pada Pelantara – 8 yaitu Kolonel Laut (P) Sukrisno, yang sehari-hari menjabat Kepala Sub Dinas Pembinaan Kemampuan (Kasubdispuan) Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar). Pelayaran ini menggunakan unsur TNI AL KRI Teluk Bintuni-520 yang dikomandani Mayor Laut (P) Suroto.

Kegiatan Pelantara–8 yang masih bagian dalam kegiatan Sail Moyo Tambora 2018 ini, bertujuan melaksanakan pembinaan terhadap generasi muda Saka Bahari dalam rangka “Nation Character Building”. Selain pramuka Saka Bahari Kegiatan Pelantara-8 ini diikuti juga Bela Negara Kementerian Pertahanan RI dan Putra-putri Maritim (PPMI) dan Taruna Taruni Polimarin.

Kegiatan Pelantara-8 rencananya antara lain, bakti sosial dan peduli lingkungan, kunjungan kerja, temu tokoh masyarakat, mengikuti pembekalan dari pejabat wilayah yang dikunjungi, wisata sejarah, pentas seni budaya, karnaval nusantara, sosialisasi dan pembekalan di sekolah-sekolah, penyerahan bahan kontak dan Kemah Pesisir serta ikut partisipasi pada acara puncak Sail Moyo Tambora 2018, pada tanggal 9 September di pelabuhan Badas yang rencananya dihadiri Presiden RI Joko Widodo. (MDA)