Dies Natalis ke-6 Polimarin akan memberikan penghargaan kepada 7 tokoh lembaga atau institusi yang telah mengabdikan diri kepada bangsa di bidang kemaritiman.

Kegiatan Dies Natalis Ke-6 Polimarin juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema Transformasi Pendidikan Vokasi dalam Era Revolusi Industri 4.0 di Sektor Transportasi dan Logistik Maritim, yang bertempat di hotel Patrajasa Semarang, Kamis (27-09-2018).

Politeknik Maritim Negeri Indonesia akan memberikan penghargaan kepada perempuan inspiratif yang berkecimpung dalam dunia kemaritiman.

Salah satunya adalah Capt. Kartini. Perempuan yang kini berusia 70 tahun itu tercatat dalam literatur sejarah sebagai nakhoda wanita pertama di Indonesia.

Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Dr. Sri Tutie Rahayu menjelaskan, pada Desember 1991, Kartini muda menakhodai KM AWU milik PT Pelni yang berlayar dari Jerman menuju Indonesia.

Wanita yang masuk di sekolah Akademi Ilmu Pelayaran pada 1966 itu pun tercatat dalam sejarah sebagai nakhoda wanita pertama di Indonesia. Kiprah Kartini sebagai nakhoda kapal wanita itu menginspirasi orang lain untuk mengikutinya.

Hingga pada 2016, sebuah wadah nakhoda wanita akhirnya terbentuk, yaitu Indonesian Female Mariner (IFMA).

“Kami beri penghargaan untuk Kapten Kartini, dia nakhoda wanita pertama di Indonesia. Sangat menginpirasi,” kata Sri kepada Humas Polimarin, Selasa (25-09-2018)

Sri mengatakan, Kapten Kartini dinilai menginspirasi orang lain untuk terus bekerja keras. Wanita yang kerap dipandang lemah juga tidak kalah dengan laki-laki jika diberi kesempatan.

“Beliau pernah jadi nakhoda kapal niaga, pernah juga kapal perang,” ujar Tutie.

Selain kepada Kapten Kartini, penghargaan juga akan diberikan kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Profesor M Nuh, Profesor Joko Santoso, Wali Kota Semarang Hendar Prihadi, PT Pelni dan pelestari ikan hiu Karimunjawa Cun Ming.

Cun Ming juga menarik perhatian karena kiprahnya menjaga ekosistem alam Karimunjawa selama hampir sisa hidupnya. Selama 50 tahun, Cun Ming merawat ikan hiu dan ditangkarkannya di Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa.

“Kami juga berikan penghargaan untuk pelestari atau penangkar Ikan hiu di Karimunjawa Cun Ming. Usianya sudah 81, dan bergelut dengan ikan hiu sudah 50 tahun. Selama itu pula Ikan Hiu tidak pernah dijual dan dimakan,” tambah Tutie.

Ia menambahkan, penghargaan kepada para tokoh tersebut sebagai wujud kampus itu untuk mengapresiasi kader terbaik bangsa. Sebelum diapresisasi, para tokoh juga telah lolos dalam serangkaian uji akademik. Hasilnya ada 7 tokoh yang akan diberi penghargaan.