Hari Batik Nasional adah hari perayaan nasional Indonesia memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 02 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pada tanggal ini, seluruh lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN, hingga pelajar disarankan menggunakan batik, begitu juga dengan civitas akademika Polimarin.

Direktur Polimarin, Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si, menjelaskan bahwa Peringatan Hari Batik Nasional Oktober 2018 ini telah dikuatkan dengan Kepres No 33, pada tanggal 17 November 2009. UNESCO yaitu badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia,UNESCO memasukkan batik dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia, pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan Internasional terhadap Budaya Indonesia.

Polimarin sebagai kampus Bela Negara tentunya ikut melestarikan kearifan budaya bangsa Indonesia, oleh karena itu saya sebagai pimpinan menghimbau untuk semua elemen civitas akademika memakai batik sebagai wujud kecintaan kita kepada budaya bangsa, imbuh Dr. Sri Tutie Rahayu. (02-10-2018)

Novita, Dosen Polimarin mengatakan, batik bikin syantik, dan juga sebagai wujud akan kebanggaan kita bersama karena batik telah mendapatkan pengakuan dunia Internasional, dan batik bikin lebih indah juga anggun jika dipakai secara berjamaah, kelakarnya.

Batik adalah hasil kreasi yang kini telah menjadi simbol, identitas, ciri khas bagi bangsa Indonesia, perasaan bangga akan batik Indonesia mengingatkan kita dimanapun kaki berpijak, batiklah yang selalu menyadarkanku akan asal asul kita, kita bangga menjadi seorang Indonesia dengan segala sejarahnya, terang Drs. Untung Budiarso, M.H, Dosen Polimarin dan juga Ketua Senat Polimarin.