Taruna Taruni Polimarin yang terbaik telah diwisuda, untuk selanjutnya akan mengabdikan diri pada nusa dan bangsa, Iwan Faesal Humam, Prodi Nautika IPK 3,65. Afris Mongoloi Samosir, Prodi Teknika IPK 3,42 dan Rima Dwi Nora Diah, Prodi KPN IPK 3,78.

Menjadi terbaik tentunya banyak kisah dan perjuangan yang dilalui seperti halnya lulusan terbaik dari Prodi KPN Rima Dwi, seorang putri kuli bangunan mampu menjadi yang terbaik di Polimarin.

Rimaa Diah (20) tampak semringah pada Sabtu (27/10/2018) sore tadi. Sebab, dara 20 tahun itu didaulat menjadi salah satu yang terbaik di almamaternya.

Rima berhasil menyelesaikan studi di Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan Politeknik Maritim Negeri Indonesia. Ia menjadi yang terdepan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,79.

Rima, panggilan akrabnya, mengaku bangga bisa menyelesaikan studinya di tengah keterbatasan. Orang tuanya berprofesi pekerja bangunan dan kerap berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain.

Untuk bisa kuliah, Rima harus memperjuangkan diri. Ia beruntung karena saat studi mendapat kucuran beasiswa dari pemerintah melalui program Bidikmisi.

“Ayah saya pekerja bangunan di Jakarta, ibu rumah tangga. Kuliah 3 tahun alhamdulillah dapat subsidi, dapat bidikmisi,” kata Rima, saat ditemui seusai wisata di Patra Hotel, Sabtu sore.

Rima bercerita, hidup dalam kesederhanaan membuat dia termotivasi untuk belajar lebih serius. Bantuan beasiswa membuatnya bisa fokus belajar.

Setiap malam, ia pun fokus belajar untuk mata pelajaran yang akan diajarkan esok hari. Hal itu dilakukan rutin selama 3 tahun terakhir.

“Bantuan beasiswa sangat membantu. Di Polimarin mau kerja part time tidak bisa karena tinggalnya di asrama. Jadi murni mengandalkan beasiswa,” ujar putri dari pasangan Rahmad Hartanto (53) dan Supartini (52) ini.

Dikatakannya, kunci mencapai prestasi adalah dengan belajar dan fokus. Ketika ingin belajar, maka sebisa mungkin tidak ditunda. Waktu belajar pun tidak boleh dibatasi.

“Jadi kalau mau tes (ujian) tinggal review dikit,” tambahnya.

Usai lulus, Rima pun beruntung karena lansung diterima di sebuah perusahaan di Jakarta.

Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia Sri Tutie Rahayu mengatakan, Rima merupakan satu mahasiswi berprestasi di kampusnya. Ia bersama 103 mahasiswa lain diwisuda dalam sidang senat terbuka Diploma 3 yang keempat.

Tutie mengatakan, para lulusannya berkompeten dan menambah sumber daya di bidang kemaritiman di negeri ini. Ia pun yakin semua yang diwisuda akan mendapat pekerjaan.

“Kami ada kerja sama dengan perusahaan nasional. Misalnya kerja sama dengan konsorsium yang isinya 45 perusahaan. Ketika selesai kuliah banyak diminta kembali kesini. Bahkan banyak yang belum lulus sudah diminta untuk bekerja,” tandasnya