Direktur Polimarin, wanita tangguh nahkoda kapal di atas bukit, Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si mengatakan, Politeknik Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang diharapkan mampu meningkatkan dan menjaga kelautan Indonesia demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sehingga Indonesia tidak terjajah di bidang maritim.

“Meski kami baru berusia 6 tahun, tapi kami terus mengejar peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang kemaritiman,” kata Direktur Polimarin Semarang Sri Tutie Rahayu kepada Media Indonesia, Sabtu (27/10), usai pelepasan 103 wisudawan ke IV di halaman kantor Gubernur Jateng di Semarang.

Guna memacu peningkatkan kualitas lulusan di bidang kemaritiman itu, ungkap Sri Tutie Rahayu, Polimarin Semarang telah menjalin kerja sama bidang keilmuan dan teknologi kemaritiman dengan berbagai negara seperti Jerman. Bahkan karena kemampuannya, Polimarin belum lama ini diundang oleh Inggris dan Australia.

Indonesia sangat besar potensi bidang kemaritimannya, lanjut Sri Tutie Rahayu, sehingga perlu dilakukan pengelolaan dan pengolahan yang baik. Karenanya, Polimarin dituntut menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang itu dan untuk mencapai hal tersebut terus dilakukan pembenahan dan mengejar dengan kecepatan tinggi.

“Kita jangan sampai terjajah di bidang maritim, karena di sinilah potensi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat masih terbuka lebar,” imbuhnya.

Di sisi lain, ujar Sri Tutie Rahayu, menghadapi kondisi kebencanaan yang ada di Indonesia, Polimarin juga telah diberikan kesempatan untuk ikut mengabdi di daerah bencana seperti baru-baru ini diturunkan 50 mahasiswa di Lombok dan dalam waktu dekat dikirim ke Palu untuk membantu korban bencana di sana.

Tidak hanya membantu korban bencana, menurut Tutie, langkah yang disiapkan Polimarin Semarang bersama TNI AL akan memberangkatkan taruna untuk berlatih tentang antisipasi kebencanaan, sehingga nantinya dapat membantu melakujan pendeteksian sedini mungkin bencana terutama di laut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam kesempatan terpisah juga mengharapkan Polimarin mampu mengelola dan menguatkan kelautan Indonesia, sehingga ke depan Polimarin tidak hanya ada di Jawa Tengah saja tetapi dapat berkembang di provinsi lain di Indonesia.

“Banyak potensi kelautan yang belum tergarap, sehingga lulusan Polimarin ini kita harapkan akan menjadi SDM profesional bidang kemaritiman yang mampu menjawab tantangan besar ini,” kata Taj Yasin.

Demikian juga dalam keamanan, ujar Yasin, tidak hanya tugas TNI laut dan kepolisian, lulusan Polimarin juga dapat menjadi benteng untuk menjaga kekautan Indonesia dari berbagai serangan seperti perdagangan narkoba, radikalisme yang masuk mesuk melalui laut ini.