Peringatan Hari Dharma Samudera 15 Januari 2019 mengangkat tema “Dengan Semangat Pertempuran Laut Aru Kita Wujudkan Terciptanya Pengendalian Wilayah Pertahanan Laut Yang Tangguh”.

Peringatan ini didasari oleh peristiwa Pertempuran Laut Aru. Dalam peristiwa tersebut salah satu kapal perang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yaitu Rl Matjan Tutul tenggelam dan mengakibatkan gugurnya Deputi I KSAL Komodor Yos Sudarso beserta sekitar 25 anak buah kapal (ABK) Rl Matjan Tutul.

Peristiwa Pertempuran Laut Aru yang terjadi 56 tahun silam merupakan dampak dari konfrontasi Indonesia – Belanda akibat sengketa Irian Barat. Pertempuran ini merupakan jawaban dari Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang didengungkan oleh Bung Karno di Yogyakarta 19 Desember 1961.

Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari berbagai pertempuran laut yang pernah terjadi di Indonesia. Hikmah tersebut tidak semata mengenai pertempuran laut dan semangat rela berkorban dari para pelaku sejarah, melainkan lebih dari itu yaitu menyangkut eksistensi dan kedaulatan sebuah negara.

Politeknik Maritim Negeri Indonesia sebagai salah satu lembaga yang mendidik sumber daya manusia di bidang maritim yang tentunya bersinggungan langsung dengan wilayah laut yang menjadi salah satu bagian dari wilyah kedaulatan NKRI, senantiasa menanamkan rasa cinta dan semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara Indonesia.