Polimarin Realisasikan Program Penguatan Humas Kemitraan PTV dan IDUKA.

Polimarin Realisasikan Program Penguatan Humas Kemitraan PTV dan IDUKA.

Polimarin realisasikan program penguatan humas kemitraan PTV dan IDUKA dengan melakukan kerjasama di beberapa perusahaan pelayaran dan kepelabuhanan.

Program penguatan humas kemitraan pendidikan tinggi vokasi (PTV) dan industri dunia usaha dan kerja (iduka) yang diluncurkan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (MITRASDUDI), dilaksanakan oleh Polimarin dengan melakukan diskusi dan sharing best practice dengan beberapa industri kemaritiman yang bergerak pada bisnis pelayaran dan kepelabuhanan. Polimarin merealisasikan match and link antara dunia pendidikan dengan dunia industri, dengan merangkul beberapa perusahaan pelayaran diantaranya, Pelindo III, PT. Meratus Line area Jatim, PT. SPILL (Salam Pacific Indonesia Lines) serta PT. Tanto Line Surabaya pada Kamis 5 November 2020. Kegiatan ini juga merupakan realisasi upaya meningkatkan standart kompetensi lulusan PTV, Polimarin dengan melibatkan industri sehingga diharapkan kompetensi lulusan memenuhi kriteria kebutuhan industri. Tim Polimarin ditemui oleh Senior Manager, SM Pelayanan Kapal Pelindo III, Johanes Wahyu yang memberikan gambaran perkembangan kebutuhan SDM saat ini dan di masa yang akan datang seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Menurut Wahyu, sekolah pelayaran kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan dan juga mengelola perusahaan pelayaran karena sudah tertuang dalam undang-undang dengan adanya ijazah yang liniear dan juga memiliki sertifikat kompetensi baik pelaut maupun tatalaksana pelayaran.

Yang menjadi sorotan selain hard skill adalah soft skill. Soft skill yang harus dimiliki oleh para kadet adalah attitude atau akhlak, team work dan integritas memang menjadi nomor satu. Karena ada beberapa kadet yang melakukan praktek kerja belum matang untuk terjun di dunia kerja, tutur Wahyu. Menurut Wahyu, agar terjadi sebuah sinergitas baiknya harus ada praktisi dari pelayaran dan kepelabuhan yang dilibatkan dalam proses mengajar dan juga pengembangan silabus di kampus agar para cadet tidak hanya memperoleh ilmu teori. Dari sinergitas tersebut, para praktisi juga dapat memberikan peluang bekerja bagi para mahasiswanya, sehingga timbul adanya simbiosis mutualisme yang mendatangkan manfaat.  Capt. Koko Tridjoko dari devisi Crewing PT. Tanto Line Surabaya, menambahkan banyak sekali cadet yang ingin bergabung di perusahaan pelayaran untuk melaksankan praktek laut namun banyak juga yang memiliki “mental tempe”, seharusnya bagi mereka yang mendapatkan kesempatan untuk “on board” memiliki rasa bangga dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu. Bila perusahaan memberikan waktu 10 bulan untuk praktek maka para taruna harus mematuhi bukannya “resign” sebelum waktu yang telah ditentukan karena itu akan mempengaruhi. Hal senada diungkapkan oleh Andreas Setyoko, kepala devisi Crewing PT. Meratus Line area Jatim, jika sudah diterima prala (praktek laut) harus konsisten menghabiskan masa kontrak, jangan sampai turun kapal belum waktunya. Karena diterima di perusahaan pelayaran merupakan perjuangan yang mengalahkan kompetitor dari kampus lain jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan. Ditambahkan, Capt. Nur Basuki Manager Operasional PT SPIL (Salam Pacific Indonesia Lines), bagi para pelaut dituntut untuk memiliki karakter disiplin dan tanggung jawab karena hal tersebut adalah vital. Menurutnya produk lulusan sekarang berbeda dengan lulusan jaman dahulu yang jauh lebih bertanggung jawab. Basuki juga menyoroti pelaut Indonesia yang kurang menguasai bahasa Inggris, terbukti bahwa keterserapan di dunia industri kalah dengan Philipina dan Vietnam. “jika perlu taruna yang akan lulus diwajibkan untuk memiliki skor TOEFL yang bagus agar mudah terserap di dunia kerja” imbuhnya. Di kesempatan yang sama 2 taruna polimarin juga turut mengunjungi kapal Alegre III dari Amerika yang sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka bertemu dengan Kapten kapal berkebangsaan Ukraina, Gorelkin Anatoliy, dan saling bertukar ilmu dengan mengunjungi di beberapa bagian kapal.  (Humas Iduka)

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YOUTUBE
INSTAGRAM