Direktur Polimarin : “Siap Cetak Paket Komplit SDM Maritim Unggulan”

Humas Polimarin — Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) dan Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mengikuti Peluncuran Program Skills for Prosperity di Indonesia (SfP-Indonesia) secara virtual zoom meeting dan live streaming YouTube (12/08/2021). Kedua politeknik tersebut sebagai penerima program yang didanai oleh Pemerintah Inggris. Menghadirkan dua Menteri Kabinet Indonesia Maju sebagai Sambutan Utama, Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan MPA (Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI) dan Nadiem Anwar Makarim, BA MBA (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI).

Acara dilanjutkan dengan Sambutan Pembuka oleh Owen Jenkins (Duta Besar Inggris untuk Indonesia), Miciko Miyamoto (Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste), Dr Sri Tutie Rahayu MSi (Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia), dan Dr Uuf Brajawidagda (Direktur Politeknik Negeri Batam). Pembicara pada kali ini, Mary Kent (Kepala Penasihat Teknis, Proyek ILO UK Sfp), Dr Paul Little (Rektor dan Direktur Utama City of Glasgow College), Gatot Cahyo Sudewo (Ketua Perkumpulan Perusahaan Pengawakan Kapal Indonesia dan Presiden PT Silo Bahari Nusantara), dan Aldrin Purnomo (Direktur Logistik PT Infineon Technologies Batam). Moderator Rivana Pratiwi (Pembawa Berita CNN Indonesia TV) (12/08/2021).

Program ini bekerja sama dengan politeknik-politeknik untuk meningkatkan keselarasan kurikulum dengan tren industri dan standar internasional dalam sektor maritim serta memperkuat keterlibatan industri. Melalui program berbagi pengetahuan dan kerja sama dengan mitra internasional, Solent University dan City of Glasgow College, program SfP-Indonesia memberikan dukungan teknis dalam peningkatan dan pengembangan kurikulum, pembangunan kapasitas bagi pengajar, dan staf akademik serta memperkaya proses pembelajaran siswa.

Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan MPA (Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi RI) memuji insiatif ini sebagai upaya penting dalam pemulihan ekonomi,

“Saya percaya kemitraan ini akan membantu meningkatkan kualitas tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing global untuk industri maritim agar dapat menjadi bantalan penting bagi kinerja ekonomi di sektor ini. Selama pemulihan ekonomi pasca COVID-19, sangatlah penting bagi para lulusan dan pekerja kita untuk tidak hanya mempunyai tapi juga menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan tren global,” ungkap Menkomarves menginspirasi.

Mahasiswa dapat mengambil manfaat dari pengembangan keterampilan interaktif melalui pembelajaran berbasis kerja dan konsultasi dengan para ahli, di mana hal ini dapat mendukung mereka mendapatkan pekerjaan yang layak. Pembentukan Dewan Pengawas Industri untuk setiap politeknik sebagai promosi pemagangan terstruktur merupakan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam lingkup pelibatan industri.

Nadiem Anwar Makarim, BA MBA (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI) menegaskan, bahwasannya Polimarin dan Polibatam memiliki fokus yang kuat di bidang pendidikan maritim. Keduanya menjadi politeknik yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai Pusat Unggulan untuk Kemitraan yang akan mendukung politeknik lain dalam berbagai kapasitas, termasuk keterlibatan industri.

“Pendidikan dan pelatihan vokasi memainkan peran penting dalam menyediakan sumber daya manusia berkualitas untuk masa depan Indonesia. Saya optimis inisiatif yang dilakukan oleh ILO ini akan bermanfaat untuk mendukung upaya kami mempercepat pengembangan sumber daya manusia,” harap Mas Menteri dengan penuh dukungan.

City of Glasgow College membantu Polibatam dalam memperkuat program studi empat tahun dalam bidang Logistik dan Perdagangan Internasional. Solent University bekerja sama dengan Polimarin untuk mengembangkan kurikulum baru selama empat tahun dalam bidang Teknik Pelayaran.

Dr Sri Tutie Rahayu MSi Direktur Polimarin menjelaskan bahwa perkembangan sejarah manusia turut diwarnai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melingkupinya, hal ini berbanding lurus dengan upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,

“Sebagaimana kita ketahui bersama menggerakkan roda ekonomi khususnya dibidang maritim, sektor industri logistik, pelayaran, perkapalan, dan kepelabuhanan terus berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan tersebut penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan harus memberikan tampilan yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan guna meningkatkan produktifitas dan partisipasi pasar kerja yang terampil baik untuk D3 maupun D4 atau Sarjana Terapan,” ungkap Direktur dengan antusias.

Direktur Polimarin menekankan, kemitraan Polimarin dengan institusi pendidikan di Inggris membawa perspektif dan standar global untuk memperkaya kurikulum. Polimarin berkomitmen siap mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat sektor maritim,

“Pelaut bukanlah tenaga migran melainkan tenaga profesional, sehingga dalam keterlibatan dunia maritim secara internasional pelaut berperan dalam kompetensi Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas output SDM lulusan Polimarin melalui program UK Skills For Prosperity menjalin kemitraan dan memerlukan dukungan penuh dari praktisi dan industri khususnya dalam wadah asosiasi dalam memberikan arahan standar kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri saat ini, sehingga tercapai tujuan yaitu mengatasi defisit keterampilan dan bersama menciptakan peluang hubungan industri dan penyelenggaraan pendidikan secara dua arah yang saling menguntungkan. Polimarin siap mencetak SDM lulusan maritim yang unggul dengan “Paket Komplit”: profesional, kompeten, terampil, integritas, berdedikasi tinggi, bertanggung jawab, jujur, dan bermartabat, ” tegas Direktur dengan penuh semangat.

“Acara peluncuran program ini sebagai momentum yang menandai dimulainya kegiatan bersama-sama di Semarang dan Batam, bertujuan tidak hanya mengenalkan program ini kepada pemangku kepentingan terkait, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun dan mempromosikan kemitraan antara Politeknik dan Industri. Selain itu program ini juga memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan keterampilan maritim khususnya di sub sektor logistik internasional dan teknik pelayaran. Bersama berbagi pandangan dan pengalaman mengenai tantangan dalam mengembangkan sistem pendidikan vokasi yang akan menghasilkan lulusan kompeten sejalan dengan harapan industri, karena Polimarin sebagai Politeknik mitra dalam kegiatan ini telah memulai kegiatan dalam mencapai tujuan ini. Pertama, meningkatkan kurikulum dengan melibatkan mitra industri untuk mengidentifikasi standar kebutuhan SDM. Kedua, menyesuaikan kurikulum berbasis industri yang berstandar internasional. Ketiga, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik,” pungkas Direktur dengan penuh harap.

Acara semakin menarik dengan suguhan materi dari para pembicara yang sangat luar biasa. Antusias terlihat dari aktifnya diskusi dari para peserta yang hadir, mereka beragam kalangan dari seluruh Sivitas Akademika Polimarin, Polibatam,  Politeknik SeIndonesia, mitra industri, stake holder, dan masyarakat umum. (D-YSB)

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YOUTUBE
INSTAGRAM