Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) menggelar Sarasehan dengan tema “Komitmen Maju Ciptakan SDM Maritim yang Berkarakter” dan Bedah Buku “Sang Pendobrak Maritim Jati Diri Bangsa” dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke-9 pada Jumat (05/11/2021).

Tim Penulis Buku sekaligus narasumber, M Dony Arifin SHI MH dan Tiara B Kusumaningtyas SPd menerangkan, buku “Sang Pendobrak Jati Diri Bangsa” sudah cukup sepekan lama sudah selesai dan pastinya sangat menarik untuk dibaca karena ada kalimat luar biasa merupakan turunan dari leluhurnya. Buku ini mengangkat kisah sosok perempuan hebat, Dr Sri Tutie Rahayu MSi, yang telah berkontribusi melahirkan Polimarin menjadi perguruan tinggi vokasi bidang kemaritiman, ternama di Kota Semarang. Ibu Tutie biasa dipanggil, pribadi yang jujur, keibuan, tegas, berani mengambil resiko, bertanggung jawab, berdedikasi tinggi sebagai nahkoda kapal besar Polimarin selama dua periode kepemimpinan, mulai awal berdiri tahun 2012 sampai 2021, dikenal di kancah internasional.
“Kami penulis sebenarnya dihadapkan kepada sesuatu yang cukup membuat malu, karena sosok tokoh yang kita angkat ini sangat luar biasa, dengan usia yang sudah tidak terbilang muda namun semangat yang dimiliki sungguh sangat luar biasa. Dengan keyakinan kami, di sini ada keunikan-keunikan Bu Tutie, bukan dengan rumpun keilmuan maritim tapi ada orang kok senekat Bu Tutie. Nekat kalau tidak ada ilmunya itu sembrono. Ini nekat punya tekad dan mau belajar. “Man Jadda Wajada” barang siapa bersungguh-sungguh maka akan berhasil. Ini menjadi tamparan telak bagi kami para penerus bangsa. Kepada generasi muda dengan membaca buku ini, insyaAllah semoga mata hatinya terbuka karena negara ini butuh kalian semua,” ujar M Dony, saat menjadi narasumber secara luring.
“Kalimat liuar biasa dari bapak Bu Tutie “Yen Wani Ojo Wedi-Wedi, Yen Wedi Ojo Wani-Wani” artinya kalau berani jangan ragu, kalau ragu jangan berani. Ini ternyata dipegang betul oleh Bu Tutie, tentu masa kecil beliau sangat luar biasa dan bisa dibaca dalam buku ini. Buku ini sangat inspiratif untuk dibaca oleh teman-teman. Isinya tidak hanya tentang Bu Tutie, tidak semata-mata tentang keluarganya Bu Tutie tapi ada diseminasi terkait tentang kemaritiman, sejarah dan lainnya,” tambahnya.

“Ibu Sri Tutie Rahayu Direkturnya Politeknik Maritim kok perempuan pasti direkturnya jagoan ini. Kenakalan Bu Tutie sudah disupport oleh bapaknya dari kecil. Beliau seorang wanita yang nekat dan berani dalam bermanuver. Jika dilihat dari karier beliau yang berpindah-pindah mulai dari Kopertis, Akpelni, Universitas 17 Agustus Semarang, Semarang Growth Centre, Balai Pengembangan dan Layanan Pendidikan Tinggi (BPLPT) sampai ke Polimarin. Pandangan saya, Bu Tutie adalah wanita luar biasa. Beberapa julukan Auman Singa Betina, Bonek Wanita, Wonder Woman dari Bapak Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto ST MSc PhD, Tutie Fruity Cetar Membahana Ketua Umum WiLAT Juliana Sofhia Damu. Untold story “Bu Poli” panggilan khusus dari Presiden Ir H Joko Widodo,” ungkap Tiara, sebagai penulis independen sekaligus narasumber.

Dr Sri Tutie Rahayu MSi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Senat Polimarin periode 2021-2025 menyampaikan, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengapresiasi kegiatan Sarasehan Dies Natalis Ke-9 Polimarin dan Bedah Buku “Sang Pendobrak Maritim Jati Diri Bangsa”.
“Penulis ini sangat nakal, ternyata cerita saya yang mengalir itu ditulis di buku. Betapa sampai nakal-nakalnya saya, berarti penulisnya juga nakal karena judulnya tiba-tiba “Pendobrak”. Kepada para panelis ternyata juga ikut nakal, tidak tahu ini apakah terbawa karena tulisan yang mengalir. Semua ternyata nakal dalam tanda kutip, ini sebagai peluang bagi kami semua untuk menjadi maju dan melahirkan Tutie 2, Tutie 3, Tutie 4,” ungkap Ibu Tutie saat closing remark.

Sementara itu, Direktur polimarin, Ir Ahmad Nuriyanis MT menyampaikan, penghargaan setinggi-tingginya kepada Dr Sri Tutie Rahayu MSi, atas penulisan buku disela-sela kesibukannya.
“Terima kasih kepada Ibu Tutie. Beliau sebagai Direktur Polimarin sebelumnya periode 2012-2021. Ucapan juga saya sampaikan kepada para narasumber dan dewan panelis. Kepada para mahasiswa, ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kita mengetahui sejarah Polimarin. Karena Bu Tutie yang menuliskan “Sang Pendobrak Maritim Jati Diri Bangsa” beliau jugalah salah satu pendiri Polimarin. Hari ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi Polimarin, karena ini adalah rangkaian kegiatan Dies Natalis Ke-9 Polimarin dan Bedah Buku,” kata Direktur, saat memberikan sambutan secara daring.

Acara Sarasehan dengan tema “Komitmen Maju Ciptakan SDM Maritim yang Berkarakter” dan Bedah Buku “Sang Pendobrak Maritim Jati Diri Bangsa”tersebut dimoderatori Dosen Polimarin, Dra Septina Dwi Retnandari MA, juga dihadiri secara luring dari jajaran wakil direktur dan pimpinan Polimarin. Adapun jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Polimarin mengikuti acara secara daring.

Selain menghadirkan para penulis sebagai narasumber, kegiatan ini juga mengundang dewan panelis secara virtual antara lain Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Dr Hartanto MH MMar, Guru Besar UPN Veteran Jawa Timur Prof Dr Ir Teguh Soedarto MP, Ketua Umum Lembaga Kajian Nawacita Ir Samsul Hadi, dan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya sekaligus sebagai Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia/FDPNI Dr Ing Ahmad Taqwa MT.

Catatan dari dewan panelis antara lain, bahwa buku ini sangat menarik, menyenangkan sekali dan pembaca dibuat rileks oleh penulis. Judul dan topik sudah sejalan dengan cita-cita Presiden RI Ir H Joko Widodo mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Para penulis telah merangkai suatu cerita yang mengalir karena dari sumber utama dengan output dan outcome yang luar biasa. Semangat “Sang Pendobrak” dalam arti positif dengan harapan, jiwa kita tetap nasionalis dan Indonesia, konsep bela negara tetap dilekatkan di pendidikan Polimarin. “Dobrakan” yang terbesar, Polimarin baru berusia 9 tahun tetapi mampu berkembang pesat dalam pembangunan pendidikan, dan Polimarin sudah dengan keunggulan luar biasa seperti kerja sama dengan Jerman. “Bayi Ajaib” seperti Polimarin sebagai pelaksana pembangunan negeri ini, siap untuk mengembangkan vokasi. Buku tersebut mampu memberikan peran, dengan harapan ke depan bisa dijadikan film dan bahkan menelurkan Tutie-tutie dimasa depan. (D-YSB)

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YOUTUBE
INSTAGRAM