Konsorsium PTV Jateng Audiensi dengan Gubernur: Matangkan Persiapan Festival Panen Raya Berdikari 2025

Semarang, 29 September 2025 – Konsorsium Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) Jawa Tengah yang terdiri atas enam perguruan tinggi vokasi melaksanakan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Gedung Berlian, Semarang. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas persiapan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah 2025 yang akan digelar pada November 2025 mendatang di Kota Semarang.

Konsorsium PTV Jateng beranggotakan Politeknik Negeri Semarang (Polines), Politeknik Negeri Cilacap (PNC), Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), Politeknik ATMI Surakarta, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Festival Panen Raya sendiri merupakan bagian dari Program Berdikari, skema pendanaan riset terapan dari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek, bekerja sama dengan LPDP. Program ini diarahkan pada hilirisasi riset berbasis potensi daerah guna menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Audiensi ini turut dihadiri oleh Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T. (Direktur Polines), Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si. (Plt. Direktur Polimarin), Prof. Dr. Eng. Ir. Herman Saputro, M.Pd., M.T. (Dekan Sekolah Vokasi UNS), Dr. Kurnianingsih, M.T. (Ketua Konsorsium PTV Jateng), Dr. Amin Suharjono, M.T., serta Rahindra Bayu Kumara, M.Mar., M.Si. selaku anggota tim kerja konsorsium.

Dalam pemaparannya, Garup Lambang Goro menegaskan bahwa festival ini akan menampilkan hasil-hasil riset terapan dari PTV Jawa Tengah dengan melibatkan industri, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta para pemangku kepentingan lain, sehingga tercipta ekosistem inovasi yang kokoh dan berkelanjutan. Dr. Kurnianingsih menambahkan bahwa Program Berdikari tidak hanya berorientasi pada hilirisasi riset, tetapi juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi vokasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menggali potensi daerah secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Jawa Tengah.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Sri Tutie Rahayu, M.Si. menyampaikan ajakan sekaligus permohonan dukungan dari Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat peran sebagai jembatan antara satuan pendidikan vokasi dengan industri dan dunia kerja. Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam mewujudkan link and match yang nyata, sehingga lulusan vokasi tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berkembang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima langsung audiensi tersebut dengan didampingi Kepala Bappeda Jateng Harso Susilo, S.T., M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., serta Kabid Pembinaan Kebudayaan Eris Yunianto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Konsorsium PTV Jateng. Ia menilai program ini sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah yang menitikberatkan pada penguatan potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Gubernur mendorong agar keterlibatan SMK, perguruan tinggi vokasi, dan industri terus diperluas, sehingga inovasi yang lahir dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah 2025, diharapkan muncul produk-produk riset unggulan yang aplikatif serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Festival ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring multipihak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis inovasi dan teknologi tepat guna.