Kerjasama Polimarin (Indonesia) dan Solent University (Inggris) Tujuan utama dari kemitraan pengembangan keterampilan baru adalah memaksimalkan pembelajaran siswa dan membekali mereka dengan keterampilan yang memenuhi standar maritim global dan permintaan pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, program Skills for Prosperity dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di Indonesia (SfP-Indonesia) dan Politeknik Negeri Maritim Indonesia (Polimarin) memberikan dukungan teknis untuk pengembangan dan peningkatan kurikulum, peningkatan kapasitas guru dan staf akademik, serta pengayaan siswa. pengalaman belajar. Siswa dapat memperoleh manfaat dari pengembangan keterampilan interaktif melalui pembelajaran berbasis kerja dan konsultasi dengan para ahli, yang pada akhirnya dapat mendukung kemajuan mereka menuju pekerjaan yang layak. Program yang bekerja sama dengan Solent University adalah untuk meningkatkan keselarasan kurikulum mereka dengan tren industri dan standar internasional di sektor maritim dan memperkuat keterlibatan mereka dengan industri. Program ini sendiri akan digelar hingga 29 November 2021. Sebagai satu-satunya sekolah kelautan di bawah Kemendikbud, Polimarin berupaya menghasilkan lulusan yang berdaya saing global. Program ILO-UK akan mendukung politeknik dalam mengubah program diploma tiga tahun menjadi program studi empat tahun di bidang teknik pelayaran yang setara dengan gelar Sarjana.
Polimarin Menganugerahan Penghargaan Kepada Tokoh Pendiri Polimarin
Istilah poros maritim atau meminjam ucapan Soekarno, Mercusuar Dunia, yang merujuk pada penguasaan maritim saat ia menerbitkan dekrit presiden pada 57 tahun silam, sebetulnya sudah dikenal bahkan ketika negara ini belum bernama Indonesia.
Kesadaran akan limpahan alam yang hampir sebagian besar berupa air dan dikuatkan jejak sejarah sebagai negara maritim inilah yang kemudian membuat Sri Tutie Rahayu tergerak mendirikan sekolah khusus sebagai kawah candradimuka para pengarung lautan yang tak kalah handal, bernama Politeknik Maritim Indonesia Semarang atau disingkat Polimarin.
Padahal, anak purnawirawan Angkatan Darat (AD) ini nyaris tak begitu mengenal dunia kemaritiman. Perempuan kelahiran Semarang, 4 Januari 1960, ini berkisah, perjalanannya dimulai ketika selepas lulus dari jurusan Administrasi Negara Unversitas Diponegoro (Undip) Semarang, tahun 1986, dia diterima menjadi dosen di Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Semarang.
Di tahun yang sama, ia diangkat sebagai ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dari situ, dia banyak melakukan kajian tentang kemaritiman, terutama dari segi bisnis. “Jadi, begitu lulus daftar di Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) sebagai dosen, ditempatkan di Akpelni kemudian disitu saya mulai banyak bersinggungan dengan dunia kemaritiman,” ucapnya.
Intensitas bergumul di dunia maritim semakin besar ketia dia diangkat menjadi Pembantu Dekan (PD) III. Timbul di benaknya keprihatinan melihat banyak anak didik di perguruan tinggi swasta yang sulit mengikuti ujian akhir pendidikan. Dari situ, terpikirlah pentingnya sekolah maritim bermartabat dengan komitmen terhadap pendidikan yang mampu memfasilitasi hambatan tersebut.
Siap Suplai Pemimpin Maritim Dunia: Polimarin Wisuda 75 Taruna
Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang mewisuda 75 taruna dari program D4 dan D3 di kampus setempat, Sabtu (6/11/2021).
Para taruna yang diwisuda tersebut terdiri 38 lulusan Program Studi D3 Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan, 16 lulusan Program Studi D3 Teknika, dan 21 orang Program Studi D4 Nautika.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Wikan Sakarinto ST MSc PhD bertindak sebagai inspektur upacara wisuda ke-7 Polimarin Semarang tersebut.
Wikan Sakarinto didampingi Direktur Polimarin Ir Akhmad Nuriyanis MT kepada pers usai wisuda menyampaikan apresiasi kepada Polimarin yang dianggap berhasil menerapkan program link and match dengan berbagai perusahaan pelayaran baik dalam dan luar negeri. Dari 75 taruna yang diwisuda, sekitar 15 orang baru saja menyelesaikan program magang di perusahaan pelayaran Jerman dan setelah wisuda sebagain besar mereka akan bekerja di perusahaan tempat mereka magang tersebut.
“Capaian Polimarin sangat bagus meski masih sangat muda usia. Kami berencana ekspansi infra struktur lebih besar sehingga bisa lebih banyak mensuplai pelaut nasional bahkan dunia. Kami tidak hanya mensuplai pemimpin maritim bangsa tetapi dunia dan kami harus bisa lebih besar terhadap daya dukung bangsa” ujar Wikan Sakarinto.
Senada dengan Wikan Sakarinto, Direktur Polimarin Ir Akhmad Nuriyanis MT menyampaikan pihaknya siap melakukan ekspansi infra struktur sehingga bisa menambah jumlah taruna yang berujung peningkatan suplai pelaut yang berkualiats untuk bangsa serta untuk dunia.
“Seperti disampaikan Bapak Dirjen Vokasi, kami berharap lulusan tetap menjadi pembelajar mandiri sepanjang hayat. Karena dunia maritim terus berkembang dan berubah cepat. Kami juga berharap mereka lebih memperkuat soft skill seperti karakter, leadership, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berbahasa Inggris dan lain-lain serta bertekad menjadi pemimpin kapal nantinya, tidak hanya menjadi awak kapal” ujar Direktur Polimarin. (ks01)
Coaching Kewirausahaan
[vc_row][vc_column][vc_column_text]
Semarang, Jatengnews.id – Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Kota Semarang menyelenggarakan Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PPTPPV) 2021 melalui webinar series 7- Coaching Kewirausahaan secara daring, Kamis (21/10/2021).
Webinar mengangkat tema “Etika dan Norma Wirausaha Berkesinambungan” menghadirkan pembiacara spesial yakni Ketua Bidang UMKM/IKM DPN Apindo dan Ceo PT Wismilak Inti Makmur Tbk Ronald Walla. Dalam paparannya Ronald menyampaikan, beberapa topik penting di antaranya perkembangan dunia usaha dan kewirausahawan, dinamika wirausahawan muda nasional, tantangan dan opportunities serta pandangan strategis dan kebijkan.
Dalam penyampaiannya dijelaskan saat ini Indonesia masih rendah dalam mencetak pengusaha atau wirausahawan dibanding negara-negara lain seperti India, Amerika Serikat, Thailand dan Korea Selatan. Padahal perlu diketahui bersama bahwa berwirausaha penting di Indonesia, sebab dapat menciptakan lapangan kerja baru, serap tenaga kerja, tingkatkan penerimaan pajak serta meningkatkan kemandirian.
“Namun pengusaha di Indonesia masih rendah, hal ini disebabkan kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia hanya fokus keterampian teknis. Seperti metode belajar belum berbasis STEAM dan problem based-learning selain itu, individu tidak dibiasakan berfikir kritis,a analitis dan memecahkan masalah,” kata Ronald.
Padalah melihat dinamika wirausaha muda saat ini memiliki karakter positif, mereka memiliki motivasi yang kuat untuk mandiri dan belajar sehingga mudah beradaptasi, selain itu mereka juga selalu menjaga integritas atau kepercayaan pihak lain atau mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat bahkan mereka juga tidak mudah menyerah, ulet dan tekun.
Namun, tantanganya adalah selain penduduk miskin yang masih tinggi yaitu 40 persen dari jumlah penduduk Indonesia dan membutuhkan subsidi dari pemerintah. Selain itu tekanan ekonomi global yang semakin besar, termasuk penguasaan pasar baik domestik maupun ekspor oleh negara-negara pesaing Indonesia. Tantangan lain juga muncul dari melemahnya daya beli masyarakat hingga regulasi yang menghabat investasi.
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
Dukung Poros Maritim Dunia, Polimarin Semarang Datangkan Pakar IT
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.





