Sehubungan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan agar pendidikan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, diumumkan kepada mahasiswa program studi D3 semester 2 dan 4, mahasiswa program studi D4 semester 2, 4 dan 6 yang benar benar tidak mampu/mengalami kendala finansial dapat mengajukan permohonan keringanan UKT berupa mengangsur UKT semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan persyaratan sebagaimana disebutkan dalam surat pengumuman terlampir:
Semua dokumen permohonan tersebut dikirim langsung atau melalui ekspedisi ke kampus Polimarin serta discan berwarna, softcopy dikirim ke alamat email keuangan@polimarin.ac.id paling lambat tanggal 12 Desember 2025. Keringanan UKT diutamakan kepada mahasiswa yang benar-benar tidak mampu dan yang belum pernah mengajukan/mendapatkan keringanan UKT.
Semarang, Polimarin — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., meresmikan pembukaan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025 yang digelar di Wisma Perdamaian, Jalan Imam Bonjol Nomor 209, Semarang, Kamis (6/11/2025).
Festival yang mengusung tema “Panggung Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Sinergi Multi-Pihak untuk Masa Depan Berkelanjutan” ini menjadi ajang bagi perguruan tinggi vokasi di Jawa Tengah untuk menampilkan hasil inovasi sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sadimin, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, serta pimpinan perguruan tinggi vokasi dan perwakilan dunia industri. Rangkaian kegiatan festival meliputi pameran teknologi tepat guna, diskusi publik, serta bursa magang dan rekrutmen kerja bagi lulusan vokasi.
Dalam sambutannya, Prof. Fauzan menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi, khususnya vokasi, sebagai penggerak perubahan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pendidikan tinggi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pertanyaannya sederhana: masyarakat ini butuh apa? Kalau perguruan tinggi bisa menjawab kebutuhan masyarakat, di situlah tanda kemajuan bangsa terlihat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus keluar dari “menara gading” dan hadir di tengah masyarakat serta pemerintah daerah untuk memberikan dampak nyata.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya berkantor di kampus, tetapi juga harus berkantor di Pemda dan di masyarakat. Ini menunjukkan komitmen pendidikan tinggi yang memberikan manfaat,” tegasnya.
Sebagai contoh, Prof. Fauzan menyebut program KKN Tematik Pendampingan Stunting di Nusa Tenggara Timur sebagai wujud konkret kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menangani isu sosial seperti kemiskinan, stunting, dan pengangguran. Ia berharap model kolaborasi tersebut dapat diterapkan pula oleh kampus vokasi di Jawa Tengah. Selain itu, ia menekankan bahwa investasi dalam pendidikan merupakan kunci keberhasilan dalam mengelola bonus demografi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau kita salah mengelola, bonus demografi bisa menjadi beban. Karena itu, investasi terbesar yang bisa kita lakukan adalah di bidang pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Jawa Tengah, Dr. Kurnianingsih, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025 merupakan hasil sinergi dari enam perguruan tinggi vokasi di Jawa Tengah, yakni Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Politeknik Negeri Cilacap, Politeknik ATMI Surakarta, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.
“Selain pameran inovasi, kami juga melibatkan 10 SMK dan sejumlah perusahaan yang membuka peluang magang serta rekrutmen. Ini adalah bentuk konkret sinergi antara dunia pendidikan dan industri,” jelasnya.
Sejak berdirinya konsorsium pada tahun 2023, lanjut Dr. Kurnianingsih, telah tercipta lebih dari 50 produk inovasi vokasi yang terserap oleh industri dan UMKM, serta lebih dari 100 kolaborasi antara kampus vokasi dan dunia usaha di Jawa Tengah.
“Target pengunjung hari ini sekitar 1.000 orang, terdiri dari kalangan perguruan tinggi, industri, UMKM, SMK, dan masyarakat umum,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang ditampilkan, Festival Panen Raya Berdikari Jawa Tengah Tahun 2025 diharapkan menjadi momentum bagi perguruan tinggi vokasi di Jawa Tengah untuk terus memperkuat perannya dalam menciptakan solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.