POLIMARIN MASUK JAJARAN PERGURUAN TINGGI BERKELANJUTAN VERSI UI GREENMETRIC

Semarang, Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) menunjukkan komitmen yang nyata terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan melalui capaian dalam UI GreenMetric World University Rankings. Dalam pemeringkatan tersebut, Polimarin berhasil meraih peringkat ke-115 universitas di Indonesia dan peringkat ke-1.193 dunia. Pencapaian ini menjadi indikator penting atas upaya berkelanjutan Polimarin dalam mengintegrasikan aspek lingkungan hidup ke dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi vokasi maritim.

UI GreenMetric merupakan sistem pemeringkatan internasional yang menilai kinerja perguruan tinggi berdasarkan berbagai indikator keberlanjutan, meliputi pengaturan dan infrastruktur kampus, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, penggunaan air, transportasi ramah lingkungan, serta pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada lingkungan. Keikutsertaan Polimarin dalam pemeringkatan ini menunjukkan keseriusan institusi dalam membangun tata kelola kampus yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Capaian peringkat tersebut mencerminkan berbagai inisiatif yang telah dilakukan Polimarin, antara lain optimalisasi pemanfaatan ruang terbuka hijau, penerapan efisiensi energi, pengelolaan limbah yang lebih terstruktur, serta penguatan kebijakan internal yang mendukung konsep kampus hijau (green campus). Selain itu, nilai yang diperoleh juga menunjukkan adanya upaya integrasi isu keberlanjutan ke dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi, khususnya melalui pembelajaran, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan sektor kemaritiman dan lingkungan.
Di tingkat nasional, peringkat ke-115 menempatkan Polimarin sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berpartisipasi dalam agenda keberlanjutan di Indonesia. Sementara itu, peringkat ke-1.193 dunia menunjukkan bahwa Polimarin telah mulai diperhitungkan dalam komunitas akademik global terkait pengelolaan lingkungan kampus, meskipun masih terdapat ruang yang luas untuk peningkatan dan penguatan program di masa mendatang.
Keberhasilan ini menjadi modal strategis bagi Polimarin untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola lingkungan kampus secara berkelanjutan. Ke depan, Polimarin diharapkan dapat memperluas implementasi kebijakan green campus, meningkatkan keterlibatan sivitas akademika, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, Polimarin tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan vokasi maritim yang unggul, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tingkat nasional dan internasional.

Mahasiswa Polimarin Laksanakan Kunjungan Studi ke Kantor Bea Cukai Semarang

Semarang, Polimarin – Mahasiswa Program Studi D-4 Transportasi Laut dan D-4 Bisnis dan Logistik Maritim Politeknik Maritim Negeri Indonesia melaksanakan Kegiatan Studi ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memberikan pengalaman pembelajaran langsung yang relevan dengan dunia industri maritim dan kepabeanan.


Kunjungan ini diterima dan dipandu oleh pimpinan beserta jajaran dari Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, yaitu Agung Slamet Waluyo – Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Ariestianto Juang Wibowo – Pelaksana Pemeriksa, Aulia Rizky Indrawan – Pelaksana Pemeriksa, Bagus Venanda – Pelaksana Pemeriksa.

Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa semester 3 dari kedua program studi, didampingi oleh Ketua Jurusan Bisnis Maritim, Sekretaris Jurusan Bisnis Maritim, Koordinator Prodi Transportasi Laut, Koordinator Prodi Bisnis dan Logistik Maritim, serta staf Jurusan Bisnis Maritim.


Melalui kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai proses kepabeanan, termasuk alur impor–ekspor, mekanisme pengawasan barang, serta peran strategis Bea dan Cukai dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional. Pemaparan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teori yang dipelajari di kelas, sehingga mahasiswa dapat memahami hubungan antara regulasi, pengawasan, dan kegiatan operasional di pelabuhan.
Kegiatan studi ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring dan kerja sama antara Politeknik Maritim Negeri Indonesia dengan Kantor Bea Cukai Semarang dalam mendukung pengembangan kompetensi calon tenaga profesional di bidang kemaritiman.