KOLABORASI PENDIDIKAN VOKASI DENGAN MITRA INDUSTRI, DIHARAPKAN MAMPU MELAHIRKAN LULUSAN YANG SIAP KERJA

Semarang, Polimarin-Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi, Tatang Mutaqin, Ph.D., menyatakan bahwa sistem pendidikan kejuruan yang dibangun oleh negara memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga terampil untuk industri, serta membantu lulusan cepat terserap di pasar kerja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan industri untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan sesuai kebutuhan industri. Selain itu, peningkatan mutu kurikulum melalui masukan dari dunia usaha, serta peningkatan pelatihan dan magang, menjadi kunci agar lulusan siap menghadapi tantangan industri.

Tatang juga menegaskan pentingnya dukungan luas terhadap pendidikan kejuruan. Dalam forum diskusi publik bertema “Penguatan Kolaborasi Inovasi Satuan Pendidikan Vokasi dengan Kawasan Industri dalam Mendukung Visi Jawa Tengah sebagai Penumpu Industri Nasional” yang diadakan di Wisma Perdamaian Jawa Tengah pada Kamis, 7 November 2024, dibahas upaya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti kampus, sekolah, pemerintah, dan pengusaha. Program kemitraan di Jawa Tengah bertujuan menciptakan tenaga kerja terampil yang siap kerja dan berwirausaha.

Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) turut hadir dalam diskusi tersebut yang berkesempatan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sebagai institusi pendidikan vokasi maritim, Polimarin tidak hanya berfokus pada ilmu pelayaran, tetapi juga mencakup logistik, pergudangan, ekspor-impor, kepabeanan, serta transportasi, lengkap dengan penyelenggaraan sertifikasi berstandar BNSP. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas kawasan industri di Jawa Tengah dan memperkuat daya saing industri nasional.

Dr. Ir. Kurnianingsih, S.T., M.T., Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi Jateng, juga menyampaikan bahwa ada terobosan dalam bentuk program fasilitasi kemitraan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kampus, sekolah, pengusaha, dan pemerintah. Program ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja atau berwirausaha, serta mendukung penguatan ekosistem kemitraan di dunia pendidikan vokasi.

Diskusi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kebijakan di Jawa Tengah, termasuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Perindustrian. Selain itu, turut hadir Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pimpinan perguruan tinggi vokasi di Jawa Tengah, serta anggota Konsorsium Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Jawa Tengah.